Cara Merawat Motor Injeksi yang Jarang Dipakai Agar Tetap Prima

- Rabu, 1 Juni 2022 | 11:00 WIB
Cara merawat motor injeksi yang jarang dipakai supaya kinerja mesinnya terjaga serta tidak mudah rusak.
Cara merawat motor injeksi yang jarang dipakai supaya kinerja mesinnya terjaga serta tidak mudah rusak.

FOKUS KUDUS - Cara merawat motor injeksi yang jarang dipakai ini bisa membuka wawasan Anda seputar otomotif.

Perawatan motor injeksi diperlukan setiap waktu. Terlebih jika kendaraan ini jarang dipakai atau sengaja dibiarkan lantaran sedang bepergian atau punya kendaraan lainnya.

Tujuan dari perawatan motor injeksi yang jarang dipakai ini tak lain untuk menjaga keawetan dan kestabilan performa mesin. Sederhananya, kendaraan berteknologi injeksi ini tetap prima saat dikendarai.

Baca Juga: Yakin Pertamax Lebih Irit dari Pertalite? Cek Faktanya Berikut Ini!

Tips Merawat Sepeda Motor Injeksi yang Jarang Digunakan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seseorang dalam merawat sepeda motor injeksi yang jarang digunakan. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Panasi Kendaraan

Memanaskan kendaraan sangat diperlukan. Tujuannya supaya kendaraan dapat bekerja setiap waktu.

Minimal, mesin tidak dikosongkan dari pengoperasian. Dengan begitu, kinerja mesin dan starter dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Tidak hanya itu saja, teknologi injeksi ini pun dapat terus bekerja. Pada akhirnya, teknologinya tidak mengalami kerusakan atau gangguan.

Bahkan, pemanasan mesin memungkinkan sistem kelistrikan dapat terjaga. Setidaknya, daya listrik ini tetap tersimpan sehingga ketika dinyalakan, mesin kendaraan dapat menyala dengan mudah.

Untuk memanasinya, tidak perlu dilakukan setiap hari. Cukup beri jeda sekitar 2 kali dalam seminggu.

  1. Parkir dengan Standar Tengah

Jaga keawetan ban dan keseimbangan kendaraan dengan memarkirkan motor dengan standar tengah.

Sebaliknya, hindari menggunakan standar samping. Terutama bila sepeda motor diparkir dalam waktu lama.

Alasannya, standar samping membuat kendaraan miring ke kiri. Ke depannya, ini mempengaruhi pada keseimbangan kendaraan yang terlihat sering belok ke kiri.

Begitu pula, ban kendaraan pun lebih cepat retak. Karena, ban yang bersentuhan lantai dapat membuka pori-pori ban.

Halaman:

Editor: Ahmad Nur Fuad

Tags

Terkini

X